Daftar Startup Indonesia yang Masuk Pendanaan Series A 2021

Aulia Putri Andrika

Table of Contents

Perusahaan startup atau rintisan tengah marak di tengah-tengah masyarakat. Banyak orang yang tertarik untuk merintis bisnis startup sehingga pembahasan mengenai pendanaan startup pun menjadi sangat menarik.

Dalam membangun atau merintis sebuah startup tidak bisa dipungkiri bahwa salah satunya adalah dana. Setiap orang yang ingin membangun startup dari nol pasti membutuhkan dana, dana itu sendiri tidak sedikit. Selain membutuhkan sumber daya manusia, sumber daya keuangan juga sangat penting untuk dipertimbangkan. 

Saat ini pun sudah banyak investor yang fokus berinvestasi untuk startup. Tentunya menemukan investor untuk startup di Indonesia tidak lagi terlalu sulit karena beberapa startup lokal telah meroket menjadi bisnis yang sangat sukses.

Kini juga banyak startup yang mendapatkan dukungan dari para investor hingga startup yang dirintis mendapatkan pendanaan series A. Yuk simak mengenai apa itu pendanaan series A, kriteria mendapatkannya hingga contoh startup yang berhasil mendapatkan pendanaan series A!!

Apa itu Pendanaan Series A?

Series A funding adalah tahap pendanaan lanjutan setelah seed funding. Setelah startup memiliki kinerja yang baik, perusahaan tersebut dapat melanjutkan ke pendanaan seri A untuk mengoptimalkan penawaran produk. Dalam series A funding, penting untuk memiliki rencana pengembangan model bisnis yang akan menghasilkan keuntungan jangka panjang

 

Kriteria yang mendapatkan dana series A

Investor yang memberikan pendanaan pada startup pendanaan series A tidak akan memberikan dana dengan asal-asalan. Ada kriteria yang perlu dipenuhi agar investor percaya memberikan dana kepada startup yang sedang kamu kelola. Berikut beberapa kriteria agar mudah mendapatkan pendanaan seri A

1. Memiliki visi yang jelas dan target yang terukur

Memiliki visi yang jelas dibarengi dengan target yang terukur bisa menjadi salah satu bekal untuk startup meningkatkan pendanaan ke Series A. Banyak startup fokus pada rencana satu tahun mereka, ini bagus tapi investor tidak mengharapkan kamu untuk tahu persis di mana posisi Anda lima tahun ke depan. Salah satu yang dilirik investor adalah rencana Anda memposisikan dan mengolah seed funding Anda dalam 12 hingga 16 bulan ke depan.

2. Periksa tujuan Investor

Pastikan Anda tidak terkejut dengan apa yang investor harapkan untuk pendanaan Series A. Investor mencari sesuatu yang berbeda, tetapi pada umumnya tetap diprediksi, perbandingan untuk berbagai jenis usaha. Penelitian perbandingan dengan membandingkan bisnis yang sebanding yang telah mendapat pendanaan. Tidak ada aturan yang ketat dan cepat, tapi pastikan kamu memahami harapan investor. Pasalnya hal umum yang terjadi banyak startup membuang-buang waktu pada suatu tahap karena harapan yang berbeda dengan investor.

3. Memberikan jeda

Setelah kamu mulai menghabiskan uang dari pendanaan awal sulit untuk mengembalikan ke posisi semula. Biasanya hal-hal seperti tenggat waktu yang lewat serta banyak hal-hal tidak sesuai target banyak menghinggapi. Jika ini terjadi, pastikan kamu memberikan jeda. Semakin panjang jeda yang Anda miliki, semakin baik posisi negosiasi Anda. Jadi apapun yang Anda butuhkan memberikan tambahan waktu 4 sampai 6 bulan bisa memberikan Anda ruang untuk bermanuver. Jika Anda melewatkan target Anda, pertimbangkan untuk menyusun jembatan untuk jalan perlahan daripada melompat langsung.

Startup Indonesia Series A

OY!

Oy!

OY! merupakan perusahaan teknologi finansial yang berfokus pada money moving untuk mengakomodasi segala proses perputaran transaksi keuangan bagi seluruh pelaku bisnis di Indonesia yang sudah mendapatkan pendanaan seri A di kuartal kedua 2021.

Pendanaan seri A ini dipimpin oleh perusahaan modal ventura raksasa yang kerap berinvestasi ke beberapa perusahaan rintisan dunia, yaitu SoftBank  Ventures Asia (SBVA) dengan total suntikan dana sebesar US$30 juta atau setara dengan Rp 443,2 miliar (nilai tukar Rp 14.400/US$1). 

Sejak memulai operasinya pada 2018, OY! Indonesia telah berkembang pesat dengan memungkinkan bisnis dari berbagai skala untuk dapat mengirim dan menerima uang baik secara digital (cashless) maupun offline (cash), yang mana hal tersebut dapat memberikan kemudahan yang belum pernah ada sebelumnya kepada nasabah dalam melakukan berbagai transaksi keuangan.

Majoo

MAjoo

Majoo salah satu platform solusi bisnis software as a service yang mendapatkan pendanaan senilai US$ 5 juta dalam pendanaan seri A yang dipimpin oleh AC Ventures dan Quona Capital dengan partisipasi BRI Ventures dan Xendit, hingga saat ini majoo telah mengumpulkan senilai US$ 9 juta di putaran terakhir.

Majoo akan menggunakan pendanaan ini untuk mempercepat pengembangan produk yang termasuk toko online, integrasi marketplace, meningkatkan penetrasi pasar dan perekrutan di berbagai posisi terutama untuk tim growth, produk dan engineering.

Volopay

Volopay

Volopay, startup fintech pengelolaan transaksi keuangan asal Singapura mengumumkan pendanaan Seri A yang didapatkannya sebesar 29 juta dolar AS. 

Kucuran dana ini melibatkan beberapa investor seperti JAM Fund, Winklevoss Capital Management, Rapyd Ventures, Accial Capital,Access Ventures, Antler Global, dan VentureSouq serta melibatkan angel investor dan veteran bidang fintech, Jeffrey Cruttenden.  

Pendanaan strategis dari para investor blue-chip ini rencananya akan digunakan Volopay untuk ekspansi bisnis ke Indonesia. Volopay melihat ada peluang mendesak untuk masuk ke Indonesia dengan sasaran UMKM dan startup. 

Setelah investor mendanai, biasanya mereka akan melihat perkembangan produk perusahaan setelah mendapatkan investasi. Pada tahap ini, produk dan perusahaan akan mendapatkan sorotan dari masyarakat dan media.

Dengan demikian, reputasi perusahaan serta kualitas produk harus tetap dijaga, meski telah memperoleh investor. Pasalnya, publik dan konsumen yang akan menilai produk dan perusahaan sehingga sangat menentukan keberlangsungan bisnis.