Marketing vs branding vs sales Memiliki Makna yang Berbeda

By Aulia Putri Andrika

Table of Contents

Marketing, branding, dan sales ketiga istilah ini seringkali orang keliru mengartikan istilah ini.  Banyak orang yang menyamaratakan penggunaan bahkan sampai tertukar.

Sebagai orang-orang yang akan merintis startup atau bergelut di dunia bisnis maupun pemasaran, kamu dituntut untuk bisa memajukan bisnis atau perusahaan yang kita jalankan.

Melakukan aktivitas marketing, selling dan branding adalah salah satu cara yang bisa  dilakukan. Sepintas ketiganya terlihat sama dan dapat dilakukan bersamaan. Namun ternyata ketiganya memiliki beberapa perbedaan yang membuat kamu harus fokus menjalankan suatu aktivitas dalam satu waktu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Apa Itu Marketing, Branding, dan Sales

Orang-orang yang berkecimpung di dunia bisnis pasti ingin membuat bisnisnya mencapai profit, bertahan di pasar dan bahkan lebih berkembang. Dan untuk mencapai itu sangat diperlukan ketiga hal ini. Berikut pengertian marketing, selling, dan branding:

1. Marketing

Marketing adalah strategi bisnis yang mengacu pada kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mempromosikan pembelian atau penjualan produk atau jasa. Marketing adalah mencakup periklanan, penjualan, dan pengiriman produk kepada konsumen atau bisnis lain.

2. Branding

Branding adalah sebuah konsep, identitas dan karakteristik yang harus dijaga dan terus dijalankan dalam semua proses yang terjadi di dalam bisnis yang akan kamu buat. Branding berbeda dengan marketing, branding merupakan core dari strategi marketing yang kamu lakukan untuk bisnis yang sedang kamu jalani.

3. Sales

Sales merupakan bagian dari suatu perusahaan yang kegiatannya menjual, memastikan produk yang terlihat ataupun yang tidak terlihat laku dengan harga yang sesuai dengan perencanaan awal yang sudah ditetapkan tetapi juga dengan persetujuan dan kesepakatan konsumen.

Perbedaan Marketing, Branding, dan Sales

Berikut adalah 4 hal kunci yang membedakan Marketing, Selling dan Branding:

1. Dari Tujuannya

Marketing : aktivitas marketing memiliki tujuan akhir yakni meningkatkan market share atau pangsa pasar perusahaan, jadi jika hari ini perusahaan hanya memiliki 10% pangsa pasar maka kita perlu melakukan aktivitas marketing agar pangsa pasar perusahaan kita meningkat.

Selling : Tujuan dari aktivitas selling adalah omzet atau berapa unit yang terjual, sehingga konten dan hal-hal yang dilakukan pada aktivitas itu harus membuat orang mau membeli

Branding : aktivitas dalam branding bertujuan untuk memberikan Jati Diri Konsumen terhadap brand kita.

2. Manfaat

Marketing : Manfaat yang ditawarkan dalam aktivitas marketing adalah manfaat yang berbentuk fisik yakni produk perusahaan itu sendiri

Selling : Dalam aktivitas selling sudah jelas bahwa seringkali yang kita tawarkan juga berupa hal fisik seperti kualitas produk, fungsi produk dan sebagainya

Sementara dalam branding yang ditawarkan adalah aspek nonfisik seperti Ikatan Emosional, presepsi dan sebagainya

3. Waktu

Dari segi waktu, aktivitas marketing memerlukan jangka waktu pengerjaan yang panjang. Mulai dari merangsang kebutuhan, mengedukasi pasar sebelum akhirnya bisa mencapai tujuan peningkatan market share.

Sementara aktivitas Selling, biasanya hanya dilakukan dengan jangka waktu yang cukup pendek mulai dari hitungan jam hingga biasanya maksimal satu bulan. Contohnya program diskon atau bonus.

Branding lain lagi, jangka waktu untuk membangun sebuah brand membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Branding dibangun melalui pengalaman-pengalaman yang dialami secara berulang sehingga membekas dalam ingatan dan benak konsumen.

4. Goal

Goals yang ingin dicapainya, aktivitas marketing adalah Demand (permintaan) sehingga cara atau kegiatan yang dilakukan dalam aktivitas marketing adalah usaha-usaha untuk merangsang kebutuhan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Sementara dalam Selling goals yang ingin dicapai hanya sampai pada tahap Clossing penjualan.

Lain lagi dalam branding, goals yang ingin dicapai adalah Loyalitas konsumen. Sehingga Pak Bie, sapaan akrab Pak Subiakto pun memperkuat statement ini dengan mengatakan bahwa jika Marketing dan Selling itu menciptakan pembeli maka Branding itu menciptakan pelanggan.

Penerapan Marketing, Branding, dan Sales di Kehidupan Nyata

Shopee

Shopee merupakan salah satu e-commerce yang memiliki kesuksesan promosi dalam waktu yang singkat. Kesuksesan tersebut tidak terlepas dari strategi pemasaran yang digunakan. Strategi pemasaran yang digunakan Shopee dapat diacungi jempol karena dapat menarik perhatian masyarakat Indonesia untuk bertransaksi di Shopee.

Berikut strategi pemasaran yang dilakukan Shopee dalam menarik perhatian para penjual maupun pembeli:

1. Memakai Strategi Pemasaran Sesuai dengan Tren yang Ada

Menggunakan hal-hal yang sedang viral atau tren untuk pemasaran sangat penting karena akan memudahkan masyarakat untuk mengingat platform tersebut. Menggunakan konten yang sudah diketahui masyarakat luas merupakan salah satu cara dalam memperoleh kesuksesan strategi pemasaran.

 

2. Banyaknya Promosi untuk Pelanggan

Gratis ongkos kirim merupakan salah satu alasan yang disukai konsumen dalam aplikasi ini. Hingga saat ini, platform ini masih memberikan promo gratis ongkos kirim untuk para penggunanya. Ongkos kirim diberikan dengan batas pembelian tertentu. Meski nominalnya tidak terlihat besar, bagi calon konsumen, ongkir gratis bisa jadi daya tarik yang memikat.

3. Jaminan harga termurah

Shopee selalu memperhatikan konsumen ketika membeli sesuatu. Apalagi konsumen ingin mencari barang murah dengan kualitas terbaik. Hal inilah yang dimanfaatkan Shopee untuk bersaing dengan platform lain. Shopee menggunakan kampanye “Garansi Harga Termurah, Uang Kembali 2x Lipat”. Jaminan inilah yang membuat para konsumen tidak berpikir panjang untuk melakukan transaksi disini.

4. Menggunakan Brand Ambassador

Salah satu brand ambassador yang dipilih Shopee adalah Blackpink, Christian Ronaldo, dan Didi Kempot. Menggunakan brand ambassador dapat menjadi strategi marketing yang menjanjikan, karena brand ambassador dapat mempengaruhi banyak orang dalam memakai suatu produk, dan membuat perusahaan semakin terlihat terpercaya.

 

Nah itulah dia pengertian dan perbedaan antara Marketing, Selling dan Branding. Perlu ditegaskan kembali bahwa perbedaan diatas bukan untuk mencari yang mana lebih baik dari ketiganya, karena baik itu Marketing, Selling dan Branding sama-sama dibutuhkan dan harus dilakuakn oleh suatu perusahaan. Tergantung tujuan yang ingin dicapai dan kondisi bisnis yang sedang dijalankan